PAJAKBOLA - AN OVERVIEW

pajakbola - An Overview

pajakbola - An Overview

Blog Article

Meski ada kata "gemar" dalam definisi atlet, namun pada praktiknya atlet sejak dulu bukanlah seseorang yang hanya suka melakukan kegiatan olahraga. Melainkan, menjadikan kegiatan olahraga tersebut sebagai profesi yang ditekuni. Misalnya, seorang atlet sepak bola atau bulu tangkis.

Jika sebelumnya sudah dibahas mengenai pajak bagi pengusaha dan bagi karyawan, maka mari bahas sedikit mengenai pajak untuk atlet.

Seorang olahragawan atau atlet biasanya ikut serta dalam suatu perlombaan atau pertandingan, yang mewakili suatu klub, daerah atau negaranya.

Perlakuan perpajakan untuk atlet sendiri dapat dilihat dari tiga sudut pandang, yakni apabila atlet melakukan pekerjaan bebas, apabila atlet bergabung dalam sebuah klub, dan perlakuan pajak atas sebuah penghargaan yang diterima.

Yang menarik adalah pada saat klub melakukan pembelian pemain. Apakah atas pembelian tersebut klub akan membiayakan, atau mencatatnya sebagai aset.

Konsep industri sepak bola pada dasarnya adalah bagaimana sepak bola sebagai sebuah kegiatan mampu menguntungkan semua pihak yang terlibat mulai dari pemain, panitia pelaksana, klub, sponsor hingga penikmat sebagai sebuah tontonan. Klub bisa memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan berbagai aset yang dimiliki klub seperti penjualan pemain, penjualan tiket pertandingan, penjualan berbagai barang dagangan, dan untuk menarik minat investor atau perusahaan swasta agar mau memberikan dana promosinya. Semua ini tentunya akan berpengaruh juga kepada aspek perpajakannya.

Mengacu pada pajakbola UU three/2005 atau UU Sistem Keolahragaan Nasional, dijabarkan bahwa setiap pelaku, organisasi olahraga, lembaga pemerintah atau swasta, ataupun seseorang yang berprestasi atau berjasa dalam memajukan olaharga akan diberikan sebuah penghargaan

Jumlah akhir besaran pokok pajak terutang dipungut dari penikmat hiburan sebagai subjek pajak. Sementara penyelenggara hiburan bertugas untuk memotong pajak dari transaksi yang dilakukan penikmat hiburan dan kemudian menyetorkan pajak terutang sebagai wajib pajak.

Semua masyarakat Indonesia yang telah memiliki penghasilan pada umumnya telah menjadi wajib pajak, dimana mereka wajib melaporkan dan membayarkan pajak atas penghasilan yang diterima.

Artinya, meskipun harga tiket hiburan mendapat diskon, penikmat hiburan tetap harus membayar pajak berdasarkan nilai dasar pengenaan pajak yang seharusnya, yakni berdasarkan harga tiket standard tanpa diskon. Contoh:

Mengelola pajak dengan baik merupakan aspek penting bagi setiap atlet yang ingin memastikan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan. Berikut ini adalah beberapa recommendations praktis yang dapat membantu atlet dalam mengelola kewajiban pajak.

Namun, dikarenakan penghargaan yang diterima tersebut diberikan oleh pemerintah, maka pemotongan pajak atas penghargaan tersebut akan ditanggung oleh pemerintah. Artinya, reward atau penghargaan tersebut dapat dikecualikan dari pemotongan pajak.

"Tapi kalau ada kewajiban pajak yang belum dilunasi kan bisa ditagihkan sekalian," kata Yustinus lagi.

Berbicara mengenai penghasilan pajakbola klub sepak bola, tentunya hal ini mencakup seluruh penghasilan yang diterima dan/atau diperoleh oleh klub. Secara umum penghasilan klub bersumber antar lain dari penjualan tiket, penjualan pemain, penjualan goods

Report this page